order

Penjelasan Paragraf Deduktif Dan Contoh Lengkap

Penalaran deduktif merupakan kebalikan dari penalaran induksi. Sesuksi di mulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan umum, kemudian di uraikan menjadi pernyataan khusus. Jadi pernyataan umu dalam paragraph deduktif menjadi gagasan utama (kesimpulan), sedangkan pernyataan-pernyataan khusus menjdadi gagasan pendukung (penjelas). Beriku contoh penalaran deduksi sebagai berikut.
Penjelasan Paragraf Deduktif Dan Contoh Lengkap
Contoh penalaran deduksi :
Kata lurik dalam tenunan lurik berasal dari bahasa jawa yaitu rik yang berarti garis. Menurut pakar kejawen, secara religi ‘Rik’ berarti garis atau parit dangkal yang membekas sehingga menyerupai garis yang sukar di hapus. Secara garis besar lurik adalah kain tenun yang bercorak garis-garis berwarna. Kain tenun lurik yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia memiliki nama yang berbeda-beda . di jawa barat, lurik disebut poleng atau polengan, sedangkan di daerah lain kain lurik ini di kombinasi dengan hiasan songket, seoperti di Palembang; atau tenun kiat, seperti di Roti, Sumba, dan batak.

Pernyataan-pernyataan yang mendasari penalaran untuk menarik kesimpulan disebut premis. Kesimpulan dalam deduksi harus dapat dipercaya. Oleh karena itu kesimpulan deduksi memenuhi syarat:

    premisnya benar.
    penalaran yang menuju kesimpulan juga benar.


Gagasan-gagasan pendukung atau penjelas dalam deduksi bisa berupa alasan, rincian, ataupun contoh; bisa juga kombinasi dari ketiganya. Paragraph di atas merupakan paragraph deduktif yang menggabungkan alasan dan rincian sebagai contoh.

Perhatikan kesimpulan deduktif yang menggunakan penjelas dengan rincian berikut ini!

Contoh Perhatikan kesimpulan deduktif yang menggunakan penjelas dengan rincian berikut ini:
Corak songket minagkabau di bagi menjadi dalam tiga kelompok. Pengelompokan berdasrkan nama-nama flora, fauna, dan benda-benda lain. Rinciannya seperti berikut.

1. Nama flora antara lain:
a. Pucuak Rabung (jejak burung)
b. Basisiak Batang Pinang (sisik pohon pinang)
c. Batang Padi (tangkai padi)

2. Nama fauna antara lain:
a. Tali Burung (jejak burung)
b. Cintadu Bapatah (serangga)
c. Bada Mudiak (iring-iringan teri ke hulu sungai)

3. Nama benda antara lain:
a. Biku-biku (mata gergaji)
b. Sajamba Makan (tampan upacara)
c. Mariak Jorang (permata jorang)

Deduksi merupakan cara pengambilan pengambilan kesimpulan dengan memakai langkah-langkah silogisme yaitu tiga buah pernyataan yang menjadi rangkaian logika. Pernyataan silogisme, meliputi premis mayor, premis minor, dan kesimpulan.

Contoh pernyataan silogisme, meliputi premis mayor, premis minor, dan kesimpulan :
1. Premis mayor
    Semua siswa SMA berseragam putih dan abu-abu.
2. Premis minor
    Anak itu berseragam putih dan abu-abu.
3. Kesimpulan
    Anak yang berseragam putih dan abu-abu itu anak siswa SMA.

Sejarah Pemberontakan Di Indonesia Setelah Merdeka

Berbicara soal sejarah kemerdekaan Indonesia mungkin sangatlah panjang ceritanya. bagaimana tidak, Indonesia di jajaha oleh belanda saja kurang lebihnya selama 350 tahun, belum lagi di tambah dengan 3,5 tahun di jajah oleh jepang. Namun setelah Indonesia merdeka Negara kita belumlah terasa aman karena masih banyak pemberontakan yang tersebr di berbagai wilayah di Indonesia. Neriku kami kan memberikan informasi tentang beberapa rangkuman peristiwa pemberontakan di Indonesia setelah merdeka.


Sejarah Pemberontakan Di Indonesia Setelah Merdeka
Peristiwa Madiun, 18 september 1948
Peristiwa ini di pimpinan oleh Moeso yang baru kembali dari Moskow. Aliran kiri itu merebut Madiun dan memproklamasikan ‘’Sovyet Republik Indonesia’’ namun mereka dapat di tumpas oleh para TNI Indonesia yang berjuang merebut kembali Madiun ketangan Negara Indonesia.

Pemberontakan Kartosuwiryo, 19 desember 1948
Peristiwa ini terjadi di jawa barat, yang di lakukan oleh pasukan darul islam di bawah pimpinan Kartosuwiryo. Namun mereka dapat dihancurkan oleh pasukan Divisi Siliwangi pada saat itu.

Peristiwa APRA di Bandung, 23 januari 1950
APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) di bawah pimpinan Westerling memberontak kepada RIS (Republik Indonesia Serikat). APRA dapat dihancurkan pada tanggal 24 januari 1950.

Peristiwa Andi Aziz Ujungpadang, 5 april 1950
Andi Aziz adalah mantan seorang KNIL yang memberontak kepada RIS pada saat itu. Namun pada tanggal 26 april 1950 Andi Aziz menyerah karna kekalahannya.

Peristiwa RMS di Maluku, 1 november 1950
RMS yang singkatan dari (Republik Maluku Selatan) di bawah pimpinan Soumokil memberontak kepada RIS. Namun pemberontakannya tersebut berakhir setelah dapat di tumpaskan oleh TNI yang di pimpin oleh Slamet Riyadi, namun sayangnya Slamet Riadi gugur dalam peristiwa tersebut.

Pemberontakan Ibnu Hajar di daerah Kalimantan Selatan
Ibnu Hajar yang menjdi sebagai pimpinan pemberontakan di Kalimantan Selatan tersebut akhirnya dapat ditangkap pada bulan desember 1949.

Pemberontakan DI/TII di daerah Jawa Tengah, (1949-1962)
Pemberontakan berisi tentang DI/TII (darul islam) / (tentara islam Indonesia) yang di bawah pimpinan kartosuwiryo akan membentuk Negara islam di Indonesia

Pemberontakan DI/TII di Sulawesi selatan, 1957
DI/TII di bawah pimpinan Kahar Muzakar memberontak kepada Republik Indonesia. Namun akahirnya Kahar menyerah pada tanggal 17 agustus 1957

Pemberontakan DI/TII de Brebes, Jawa Tengah
Pemberontakan ini di pimpin oleh Amin Fatah

Pemberontakan DI/TII di Aceh
Pemberontakan ini di pimpin oleh Daud Beureuh

Pemberontakan AMI di Kebumen, Jawa Tengah
AMI (angkatan muda islam) di kebumen Jawa Tengah mengadakan pemberontakan, yang di pimpin oleh Kiai Somalangu.

Pemberontakan Batalyon 264
Peristiwaq itu terjadi di kudus, jawa tengah. Dan pemberontakan itu dapat di gagalkan oleh pasukan TNI Indonesia.

Peristiwa MMC di Jawa Tengah
Di lereng merapi dan merbabu, jawa tengah, gerombolan yang menamakan Merapi Merbabu Complek (MMC) memberontak kepada Republik Indonesia.

Pemberontakan PRRI di Sulawesi,(1958-1961)
PRRI yang berasal dari singkatan (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) melakukan pemberontakan di Sulawesi.

Pemberontakan Permesta di Sulawesi,(1958-1961)
Permesta yang berasal dari singkaran (perjuangan rakyat semesta) melakukan pemberontakan di daerah Sulawesi.

Pemberontakn G30S/PKI, 30 september 1965
Terjadi peristiwa penghianatan G 30S/PKI yang di lakukan oleh kelompok dewan Revolusi Indonesia pimpinan Letkl Untung, komandan Batalyon I kawal kehormatan Resimen Cakrabirawa. PKI dan beserta ormas-ormasnya di bekukkan. Yang di sebut ormas PKI adala pemuda Rakyat (PR), Gerakan Wanita Indonesia (Garwani), Barisa Tani Indonesia (BTI), Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI), perhimpunan mahasiswa Indonesia (Perhim), ikatan pemuda pelajar indonesia (IPPI), serta Himpunan Sejarah Indonesia (HIS).

Tentang Isi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008

Negara Indonesia sebagai negara besar yang mayoritas penduduknya adalah sumber daya manusia yang potensi dan taat agama. Sebagai salah satu negara terbesar juga yang memiliki kepercayaan agama tertinggi. Oleh karena itu sudah sepatutnya Indonesia memegan teguh rasa keimanan dan ketakwaan kepada tuhan yang maha esa dengan mematuhi peraturan dan rasa saling menghormati antar sesama. Dalam hal ini juga sudah ditetapkan dalam panca sila yang merupakan dasar negara Republik Indonesia dan tercantum dalam Undang-undang Dasar 1945. Keadilan ialah hak segala bangsa, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
Tentang Isi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008
Ketetapan akan rasa saling menghormati dan keadilan yang juga sudah tuliskan dalam pondasi berdirinya negara ini merupakan hal yang haram hukumnya dilakukan oleh warga negara indonesia. Seorang pemimpin yang sudah menciderai dirinya dengan tidak matuhi UUD dan Pancasila merupakan sebuah pelanggaran yang bisa saja menjebak ke tidak pidana. Dalam hal ini untuk sebaiknya wajib hukumnya membedah sekali lai isi undang-undang yang menjelaskan tentang rasa menghormati ini dalam ketetapan Undang-undang Dasar Negara Indonesia Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskrimniasi Ras dan Etnis. Penjelasan yang sangat jelas seperti dibawah ini :

Pasal 15
Setiap orang yang dengan sengaja melakukan pembedaan, pengecualian, pembatasan, atau pemilihan berdasarkan pada ras dan etnis yang mengakibatkan pencabutan atau pengurangan pengakuan, perolehan atau pelaksanaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam suatu kesetaraan di bidang sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Pasal 16
Setiap orang yang dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b angka 1, angka 2, atau angka 3, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Pasal 17
Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perampasan nyawa orang, penganiayaan, pemerkosaan, perbuatan cabul, pencurian dengan kekerasan, atau perampasan kemerdekaan berdasarkan diskriminasi ras dan etnis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b angka 4, dipidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan ditambah dengan 1/3 (sepertiga) dari masingmasing ancaman pidana maksimumnya.

Pasal 18
Selain pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 17 pelaku dapat dijatuhi pidana tambahan berupa restitusi atau pemulihan hak korban.

Pasal 19
(1) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 17 dianggap dilakukan oleh korporasi apabila tindak pidana tersebut dilakukan oleh orang orang yang bertindak untuk dan/atau atas nama korporasi atau untuk kepentingan korporasi, baik berdasarkan hubungan kerja maupun hubungan lain, bertindak dalam lingkungan korporasi tersebut baik sendiri maupun bersama sama.
(2) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh suatu korporasi, maka penyidikan, penuntutan, dan pemidanaan dilakukan terhadap korporasi dan/atau pengurusnya.

Pasal 21
(1) Dalam hal tindak pidana dilakukan oleh suatu korporasi, selain pidana penjara dan denda terhadap pengurusnya, pidana yang dapat dijatuhkan terhadap korporasi berupa pidana denda dengan pemberatan 3 (tiga) kali dari pidana denda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 dan Pasal 17.
(2) Selain pidana denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1), korporasi dapat dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan izin usaha dan pencabutan status badan hukum.

Sangat jelas dalam setiap pasal dan ayat-ayatnya menjelaskan betapa pentingnya dan betapa ketatnya dalam kehidupan bernegara ini mematuhi peraturan yang sudah tercantum dalam hukum kita, apalagi yang sudah dijelaskan dalam Undang-undang Dasar negara. Hormatilah perbedaan ras, suku, budaya dan agama serta perbedaan-perbedaan lainnya yang tidak disebutkan. Mendiskriminasi atau mengolok-olok mereka merupakan suatu pelanggaran.

Konsep Asam Basa Menurut Para Ahli

Istilah asam (acid) berasalah dari bahsasa latin acelum yang berarti cuka. Sebaliknya,senyawa yang memiliki sifat sangat berbeda disbanding asam yaitu senyawa alkali (basa) yang diturunkan dari abu berbagai tanaman. Suatu senyawa dapat diketahui bersifat asam atau basa jika berada dalam bentuk larutannya. Istilah asam digunakan untuk senyawa yang dalam bentuk larutannya menghasilkan ion hydrogen (H+).  Sementara itu, basa digunakan untuk senyawa yang dalam bentuk larutannya terurai menjadi ion hidroksida (OH-).

Konsep Asam Basa Menurut Para Ahli
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai pengertian maupun pemahaman tentang asam basa sebaiknya ketahuilah beberapa teori yang disebutkan oleh para ahli seperti berikut ini :

1.    Teori Arrhenius

Pada tahun 1886, Svante August Arrhenius, seorang ilmuwan dari Swedia menyatakan teori tentang asam dan basa. Menurut Arrhenius, asam merupakan zat yang menghasilkan ion hydrogen apabila terlarut dalam air, sedangkan basa didefinisikan sebagi zat yang menghasilkan ion hidroksida jika dilarukan dalam air. Jadi teori ini haya terbatas pada pelarut air saja. Jika pelarutnya bukan air dan zat yang terurai tidak mengandung hydrogen dan hidroksida, teori ini tidak berlaku. Contoh reaksi yang tidak dapat dijelaskan dengan teori Arrhenius yaitu :

N ¬ H3 + HCl ---> NH4Cl

Reaksi tersebut tidak melibatkan adanya H+ dan OH-. Proses terurainya zat menjadi ion-ion disebut ionisasi.

2.    Teori Bronsted dan Lowry

Johannes Nicolaus Bronsted
Pada tahun 1923, Johannes Nicolaus Bronsted, seorang kimiawan dari Danmark dan Thomas Martin Lowry, yang juga seorang kimiawan dari Amerika Serikat mendefinisikan tentang asam basa.  Menurut Bronsted dan Lowry, asam adalah spesi yang memberikan (donor) proton, sedangkan basa adalah spesi yang bertindak sebagai penerima proton dalam suatu reaksi transfer proton.

Thomas Martin Lowry
Teori Bronsted dan Lowry melengkapi konsep asam basa Arrhenius. Ion hidroksida dalam teori Arrhenius tetap menjadi asam dalam teori Bronsted dan Lowry.  Ion hidroksida ini menerima ion hydrogen membentuk H¬2O.  Teori Bronsted dan Lowry ini memiliki keleman tidak dapat menjelaskan reaksi asam basa yang tidak melibatkan transfer proton.

3.    Teori Lewis
Pada tahun 1923, Gilbert N. Lewis seorang kimiawan dari Amerika Serikat mendfinisikan asam basa berdasarkan teori ikatan kimia. Menurut Lewis, asam adalah penerima (akseptor) pasangan electron bebas.  Sementara itu, basa adalah pemberi atau donor pasangan electron bebas.

Gilbert N. Lewis
Teori asam basa lewis lebih luas pengertiaannya dibandingkan dengan dua teori sebelumnya. Spesi apapun yang dapat menerima pasangan electron bebas disebut asam Lewis. Contoh asam Lewis yaitu H+, B2H6, BF6, AlF6, Fe2+, Cu2+, dan Zn2+.  Suatu spesi tidak selalu menyediakan orbital kosong untuk menjadi asam Lewis.

Spesi beruba molekul atau ion yang mendonorkan pasangan electron bebasnya disebut basa Lewis. Contoh ion halide (Cl-, F-, Br- dan I-), NH3, OH-, H2O senyawa yang mengandung unsure N, O atau S senyawa golongan eter, keton dan CO2.

Fungsi Organ Tumbuhan Berdasarkan Sumber Ahli Biologi

Memahami Fungsi Organ Tumbuhan | Tumbuhan atau tanaman adalah jenis makhluk hidup yang terdapat didunia ini dengan berbagai macam jenis, fungsi dan bentuk. Dari setiap jenis jenis dan bentuknya tumbuhan memiliki fungsinya masing-masing. Banyak yang paling sering kita jumpai di sekeliling kita adalah jenis tanaman yang berfungsi sebagai hiasan, bumbu makanan atau bumbu dapur, obat dan lainnya.

Dalam dunia pendidikan ternyata sebenarnya tumbuhan hanya memiliki empat bagian utamanya yaitu akar, batang, daun dan bunga atau buah atau biji. Cukup sederhana bila di lihat hanya dengan sepintas memandang saja makhluk hidup jenis ini. Namun ternyata banyak sekali ilmu pengetahuan alam yang akan didapatkan jika kita mempelajari lebih detail tentang bagian-bagian tumbuhan tersebut, sehingga akan lebih memahami lagi dan mengerti seperti apa sebenarnya tumbuhan yang ada di sekeliling kita dapat hidup.
Fungsi Organ Tumbuhan Berdasarkan Sumber Ahli Biologi
Untuk memahami tentang fungsi organ tumbuhan disetiap bagiannya makan akan dijelaskan seperti dibawah ini satu persatu mulai dari yang paling bawah.

Akar
Akar merupakan bagian terbawah dari tumbuhan yang memiliki fungsi sebagai penyerap nutrisi atau makanan tumbuhan dari dalam tanah serta berfungsi juga sebagai pengangkut air dan zat hara menuju seluruh bagian tumbuhan di atasnya.

Selain menyerap makanan dan mengakut air atau zat hara dari dalam tanah, akar juga memiliki fungsi pokok untuk mengokohkan atau menunjang berdirinya suatu tanaman atau pohon.

Pada beberapa tumbuhan ternyata ada juga akar yang memiliki fungsi sebagai alat pernapasan seperti pada tanaman bakau yang banyak dijumpai di tepi pantai atau sungai.

Sedangkan pada beberapa jenis tanaman lain yang berjenis umbi-umbian akar dari tanaman tersebut memiliki fungsi sebagai bagian yang menyimpan makanan cadangan. Tumbuhan jenis ini antara lain adalah singkong, wortel, dan lain-lain.

Batang
Batang merupakan salah satu bagian yang berfungsi sebagai pilar yang menopang bagian lain dari tanaman yaitu antara lain seperti bunga, buah dan daun. Selain itu batang juga berfungsi sebagai penerus makanan yang sudah diserap oleh akar melalui dua pembuluh yang ada di dalam batang yaitu xilem dan floem.

Fungsi dari kedua jenis pembuluh tersebut masing-masing yaitu xilem sebagai pengangkut air dan zat hara dari akar menuju daun serta floem berfungsi mengangkut makanan yang di buat daun dari proses fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Hal ini juga menyimpulkan bahwa batang juga berfungsi sebagai pengangkut atau pendistribusi makanan tumbuhan.

Daun
Daun merupakan bagian tumbuhan dimana fungsinya sangat penting dalam proses pengolahan atau pembuatan makanan (fotosintesis) yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan dan juga dalam fungsi sistem pernapasan tumbuhan. 

Proses pernapasan tumbuhan pada umumnya banyak terjadi pada daun dibandingkan pada akar seperti pada tanaman bakau. Hal ini karena pada daun terdapat stomata yang juga sebagai pori-pori daun berfungsi sebagai keluar masuknya oksigen dan transpirasi (proses kehilangan air dalam bentuk uap air).

Selain itu juga terdapat bagian lubang pengeluaran pada daun (hidatoda) yang berada pada tepi daun berfungsi sebagai pengeluar air dalam bentuk titik air atau juga di sebut dengan proses gutasi.

Bunga
Bunga merupakan sebuah hiasan yang membuat tumbuhan menjadi lebih indah dan menarik meskipun beberapa bunga memiliki aroma yang tidak sedap namun memiliki fungsi sebagai penangkal hama atau predator tumbuhan.

Fungsi utama dari bunga pada tumbuhan adalah sebagai alat perkembang biakan tumbuhan yang terjadi secara generatif (kawin). Tumbuhan memiliki dua bagian vital perkawinan yaitu putik yang berfungsi sebagai alat kelamin bertina dan benang sari sebagai alat kelamin jantan.

Buah dan biji
Bagian ini tentu saja suatu kesatuan yang tidak terpisahkan karena disetiab buah pasti ada biji. Fungsi buah pada tumbuhan adalah menjadi daging yang melindungi biji dari gangguan luar yang merugikan.

Biji merupakan bakal tumbuhan baru yang juga berfungsi sebagai bagian utama perkembang biakan. Di dalam biji terdapat makanan cadangan yang disebut sebagai endosperma.

Demikia beberapa uraian tentang fungsi organ tumbuhan, sekiranya dapat menjadi literatur dalam memahami atau menggali informasi tentang organ-organ pada tumbuhan.

Konsep Belajar Menghitung Mudah Metode Matematika

Belajar Menghitung Mudah Metode Matematika Praktis - Pembelajaran merupakan sebuah proses dimana seorang pengajar atau guru dan anak harus saling memiliki interaksi yang baik dan saling berhubungan harmonis dengan cara menyampaikan materi pembelajaran yang menarik menggunakan metode-metode persuasif untuk matematika dan menghitung secara mudah. Dalam hal ini sebagai konsep dasar matematika sekolah dasar atau SD merupakan jenjang yang sebenarnya lebih menerapkan 80% pendidikan mental dan spiritual.
Konsep Belajar Menghitung Mudah Metode Matematika
Untuk itu hanya ada tersisa 20% pengembangan kualitas sumber daya manusia yang dalam hal ini adalah anak-anak maka dibutuhkan sebuah solusi penggabungan antara pendidikan metal dan pengembangan itelektual anak. Untuk metode menghitung misalnya, tentu saja dalam penerapannya akan sulit jika 80% dari pembelajaran disekolah dasar adalah pengembangan mental. Oleh karena itu dibutuhkan solusi yang dapat membantu seorang tenaga pengaja maupun tenaga pendidik yang menyampaikan materi dengan kombinasi sistem belajar matematika secar mudah sehingga dapat dikembangkan pada anak tanpa mengurangi porsi pendidikan mental dan intelektual.

Metode pembelajaran mental dan intelekual yang bisa digabungkan untuk menemukan cara mudah menghitung dalam matematika tingkat sekolah dasar salah satunya adalah dengan memberikan pengetahuan dasar matematikanya tadi dalam porsi 20% pendidikan anak untuk intelekual harus benar-benar memberi pemahaman terhadap angka-angka dan nominal angka. Kemudian untuk selanjutnya adalah mengkombinasikannya dengan membiasakan soal cerita yang berkaitan dengan hitungan matematika namun merupakan sebuah kebiasaan yang perlu dikembangkan oleh anak dalam kehidupan sehari-harinya, atau kebiasaan terebut telah melekat dalam mayoritas anak kecil sebelum dia mengenal hitungan dalam sekolah dasar.

Hal tesebut adalah dengan menghitung misalnya apabila seorang teman mempunyai permen lima buah, karena ada teman yang lain tidak memiliki dan diberikan satu dari pemilik 5 permen tadi maka ditanyakan saja haslinya. Kebiasaan seperti ini sudah melekat pada anak masa kini. Keadaan masyarakat yang sudah semakin maju membuat seorang anak lebih mengenal hitungan ketimbang bentuk angkanya terlebih dahulu. Oleh karena itu pengembangan hal moral tersebut bisa digabungkan dengan metode mudah dan cepat pembelajaran matematika di tingkat dasar.

Sebenarnya pemeranan ini lebih ditekankan pada metode seorang tenaga pendidik yang harus mempunyai trik kreatif untuk memacu kecintaan anak dini pada matematika. Oleh karena itu cerita yang berbau moral baik dan dikombinasikan dengan hitungan harus ditemukan oleh masing-masing guru. Penemuan kombinasi ini sebaiknya harus dibarengi dengan berbagai pertemuaan dan koordinasi guru yang lebih baik sehingga dapat ditemukan dengan mudah.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

A. Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran  [RPP] adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan  pengorganisasian  pembelajaran  untuk  mencapai  satu  kompetensi  dasar  yang  ditetapkan  dalam  Standar  Isi  dan  dijabarkan  dalam  silabus.  Maka  ringkasnya  RPP  adalah  rencana operasional kegiatan pembelajaran setiap atau beberapa KD dalam setiap tatap muka di kelas. Lingkup RPP paling  luas mencakup 1 (satu) Komptensi Dasar  yang  terdiri  atas  1  (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
 RPP  harus  berupa  kegiatan  konkret  setapak  demi  setapak  yang  dilakukan  oleh  guru  di  kelas  dalam mendampingi  peserta  didik.  Satu  hal  yang  amat  penting  dalam  penyusunan  RPP adalah  bahwa  kegiatan  pembelajaran  harus  diarahkan  agar  berfokus  pada  peserta  didik, sedangkan  guru  berperan  sebagai  pendamping,  fasilitator.  Artinya,  ketika  guru  memilih pendekatan,  metode,  materi,  pengalaman  belajar,  interaksi  belajar  mengajar  harus memungkinkan  peserta  didik  berinteraksi  dan  aktif,  sedang  guru  memfasilitasi  dan mendampinginya.

B. Tujuan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Pembentukan RPP memiliki tujuan diantaranya adalah:


-         Memberikan landasan pokok bagi guru dan siswa dalam mencapai kompetensi dasar dan indicator.

-         Memberi gambaran mengenai acuan kerja jangka pendek.

-         Karena disusun dengan menggunakan pendekatan sistem, memberi pengaruh terhadap pengembangan individu siswa.

-         Karena dirancang secara matang sebelum pembelajaran, berakibat terhadap nurturant effect.

C. Landasan Pengembangan RPP

Landasan RPP adalah PP no 19 tahun 2005 pasal 20. Di  dalam  PP  no  19 tahun 2005 pasal 20 dikatakan  bahwa perencanaan proses pembelajaran meliputi  silabus dan rencana  pembelajaran  yang  memuat  sekurang-kurangnya  tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.